dalil aqiqah menurut alquran dan hadist

Penulis: Tim Aqiqah Sarirasa
Tanggal: 18 Juli 2026
Waktu baca: 5 menit

Ayah dan Bunda, kelahiran seorang anak adalah anugerah yang tak ternilai. Islam mengajarkan kita untuk menyambutnya dengan rasa syukur, salah satunya melalui ibadah aqiqah.

Namun, tahukah Ayah Bunda bahwa aqiqah bukan sekadar tradisi turun-temurun, melainkan ibadah yang memiliki dasar hukum dari hadits Rasulullah ﷺ?

Makna Aqiqah dalam Islam

Secara bahasa, aqiqah berarti memotong atau menyembelih. Secara syariat, aqiqah adalah penyembelihan hewan ternak sebagai wujud syukur atas kelahiran anak.

Aqiqah umumnya dilaksanakan pada hari ketujuh setelah kelahiran. Jika tidak memungkinkan, pelaksanaannya juga dapat dilakukan pada hari keempat belas atau kedua puluh satu.

Aqiqah menjadi salah satu bentuk ungkapan terima kasih kepada Allah SWT sekaligus doa keselamatan dan kebaikan bagi sang buah hati.

Dalil Aqiqah dari Hadits Rasulullah ﷺ

Beberapa hadits menjadi rujukan utama dalam pensyariatan aqiqah. Salah satu hadits yang paling dikenal menjelaskan bahwa setiap anak yang lahir memiliki keterkaitan dengan aqiqahnya. Hewan disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, disertai mencukur rambut dan pemberian nama.

“Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkan hewan untuknya pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, dan diberi nama.”
(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Hadits lain juga menjelaskan ketentuan jumlah hewan yang disembelih, yaitu dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan. Ketentuan ini menjadi panduan yang dikenal luas dalam pembahasan fikih aqiqah.

Hukum Melaksanakan Aqiqah

Mayoritas ulama berpendapat bahwa hukum aqiqah adalah sunnah muakkad, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan.

Bagi keluarga yang memiliki kemampuan secara finansial, sangat dianjurkan untuk melaksanakan aqiqah sebagai bentuk mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ.

Meski demikian, aqiqah bukan kewajiban mutlak. Oleh karena itu, keluarga yang belum memiliki kemampuan untuk melaksanakannya tidak berdosa karena meninggalkan aqiqah.

Hikmah di Balik Ibadah Aqiqah

Selain sebagai bentuk mengikuti sunnah, aqiqah memiliki berbagai hikmah yang dapat dirasakan oleh keluarga dan lingkungan sekitar.

Beberapa di antaranya adalah:

  • Wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas karunia buah hati.
  • Bentuk doa dan harapan agar anak tumbuh menjadi pribadi yang saleh dan salehah.
  • Sarana berbagi kebahagiaan dan rezeki dengan sanak saudara, tetangga, hingga kaum duafa.
  • Mempererat silaturahmi keluarga besar yang turut merayakan kelahiran sang anak.

Dengan demikian, aqiqah tidak hanya menjadi ibadah yang dilakukan secara pribadi, tetapi juga dapat menjadi sarana berbagi kebahagiaan kepada orang-orang di sekitar.

Agar Aqiqah Sah Sesuai Syariat

Selain memahami dalil aqiqah, penting bagi Ayah dan Bunda untuk memperhatikan ketentuan hewan yang digunakan dalam aqiqah. Hal tersebut meliputi usia hewan, kondisi kesehatan, serta proses penyembelihan yang sesuai dengan syariat Islam.

Karena itu, memilih jasa aqiqah yang benar-benar memperhatikan aspek syar’i menjadi hal yang penting bagi keluarga.

Di Aqiqah Sarirasa Kediri, kami memastikan setiap hewan yang digunakan telah memenuhi syarat syariat, disembelih oleh jagal muslim berpengalaman, dan prosesnya dapat didokumentasikan agar Ayah dan Bunda semakin yakin dan tenang.

Semoga pelaksanaan aqiqah menjadi bentuk rasa syukur yang diterima Allah SWT dan membawa keberkahan bagi keluarga serta buah hati tercinta.